Saturday, May 10, 2014

Kajian Kritis Terhadap Artikel Atau Buku

Pernahkah Anda membaca suatu tulisan yang mengulas kelebihan dan kekurangan suatu tulisan? Pernahkah Anda menulis hal serupa? Apa yang dimaksud dengan kajian kritis atau telaah kritis (critical review) terhadap artikel atau buku? Bagaimana cara melakukannya? Dalam bahan bacaan ini, Anda dapat mempelajari bentuk ulasan kajian kritis. Bagaimana caranya? Silakan dibaca dan dibahas dengan saksama. Setelah mempelajari bahan bacaan ini, Anda diharapkan mampu memahami konsep kajian kritis terhadap artikel atau buku dan terampil melakukan kajian kritis terhadap artikel atau buku. Banyak tulisan berbentuk buku atau artikel. Dalam menganalisisnya dibutuhkan kompetensi yang kritis karena dibutuhkan simpulan mengenai layak tidaknya artikel atau buku tersebut dijadikan sebagai sumber kepustakaan untuk digunakan dalam kajian tertentu. A. Konsep Kajian Kritis terhadap Suatu Artikel atau Buku Ketika Anda membaca sebuah artikel atau buku terkadang muncul satu masalah yaitu keraguan dari isi artikel atau buku yang dibaca. Sementara Anda membutuhkannya sebagai bahan rujukan untuk tulisan Anda. Apa yang harus dilakukan? Anda harus melakukan kajian kritis dengan cara mengaitkan pengalaman dan pengetahuan yang pernah dibaca. Setelah mengkaji secara kritis, maka Anda akan yakin bahwa bagian mana yang dijadikan sebagai bahan rujukan dan bagian mana yang meragukan sehingga tidak layak dijadikan sebagai bahan rujukan. Kajian kritis sangat erat kaitannya dengan membaca kritis. Seseorang dapat melakukan kajian apabila ia sudah membaca beberapa buku atau artikel terkait dengan pembahasan yang sama. Oleh karena itu, keterampilan berpikir kritis dan membaca kritis adalah sebagai prasyarat seseorang dalam melakukan kajian kritis secara sempurna dan berkualitas. B. Apakah Kajian Kritis itu? Dalam bahasa Inggris, istilah yang digunakan adalah “Critical Review”, sementara dalam bahasa Indonesia menggunakan istilah “Kajian Kritis” atau “ Telaah Kritis”, atau “Tinjauan Kritis”. Dalam glosarium BBM PTK Generik dikemukakan bahwa kajian kritis merupakan suatu kegiatan membaca, menelaah, menganalisis suatu bacaan/artikel untuk memperoleh ide-ide, penjelasan, data pendukung yang mendukung pokok pikiran utama, serta memberikan komentar terhadap isi bacaan secara keseluruhan dari sudut pandang kepentingan pengkaji. Berdasarkan pengertian ini dapat dinyatakan bahwa kegiatan utama yang dilakukan dalam kajian kritis adalah pemahaman akan makna yang tertuang dalam suatu teks. Kata kunci yang dijumpai dalam pengertian kajian kritis di atas adalah membaca, menelaah, menganalisis, ide-ide, data pendukung, memberi komentar, dan sudut pandang kepentingan pengkaji. Ada hal utama dari kata kunci ini, yaitu aktifitas kajian, obyek kajian, dan kepentingan pengkaji. Aktivitas kajian merupakan prosedur yang dilakukan dalam melakukan pengkajian, obyek kajian merupakan isi teks atau wacana, artikel, buku yang hendak dikaji, dan kepentingan pengkaji merupakan tujuan yang hendak dicapai oleh subjek pengkaji. Ketiga hal ini berpilin menjadi satu membangun suatu aktivitas yang disebut dengan kajian kritis. Adapun yang harus dikaji dalam kajian kritis adalah kejelasan (clarity), mutu (quality), dan keaslian (originality). Selain itu perlu juga diperhatikan relevansi (kemanfaatan dan keyakinan) dan tampilan. C. Tujuan Kajian Kritis (Terhadap Artikel atau Buku) Tujuan kajian kritis adalah untuk menilai dan memberi masukan terhadap tulisan. Oleh sebab itu dibutuhkan membaca baik artikel atau buku. Dalam membaca terkadang si pembaca hanya membaca bagian tertentu saja sesuai dengan kebutuhan tulisannya. Hal ini kurang baik dilakukan karena kemungkinan pendapat si penulis masih berhubungan dengan informasi selanjutnya. Tujuan kajian kritis lainnya adalah untuk memperoleh informasi sesuai dengan apa yang ditulis artinya, Anda dapat membandingkan hasil kajian sebelumnya dengan apa yang sedang Anda kaji. D. Prinsip Kajian Kritis 1. Kajian Ilmiah/Obyektif Kajian ilmiah/obyektif berupa; 1) menyajikan data, fakta dan opini secara obyektif dan logis, 2) pernyataan dalam kalimat tulus, benar, sesuai aturan dan norma yang berlaku serta sesuai dengan kaidah bahasa yang berlaku, dan 3) tidak memuat pandangan-pandangan tanpa dukungan fakta, tidak emosional atau menonjolkan emosi. 2. Sikap Ilmiah/Prediktif Ada beberapa sikap kritis dalam bentuk sikap ilmiah yang meliputi a) sikap ingin tahu, kritis, terbuka, dan obyektif, b) menghargai karya orang lain, c) berani mempertahankan kebenaran, dan d) mempunyai pandangan luas dan jauh ke depan. 3. Sistematis dan Holistik Sistematis menuntut kajian dilakukan secara berurutan dan terpadu sehingga satu aspek dengan aspek lainnya membentuk suatu keseluruhan yang tertata rapi. E. Aspek Kajian Kritis Dalam kajian kritis terdapat 5 (lima) aspek yang harus diperhatikan. Kelima aspek tersebut adalah aspek bahasa, membaca, konteks, keutuhan bacaan dan aspek pembaca. 1. Aspek bahasa; dalam menggali suatu artikel ataupun buku perlu diperhatikan penggunaan bahasa baik dari segi pilihan kata, kalimat, hubungan antarkalimat dan paragraf. 2. Aspek pembacaan teks; dalam membaca, pembaca berusaha menemukan ide yang ada dalam bacaan. Ada dua hal penting yang mempengaruhi pembaca yaitu (1) skemata pembaca (membandingkan apa yang dibaca dengan apa yang telah dimilikinya baik melalui hasil bacaan dan pengalamannya), dan (2) strategi penyajian ada dua yaitu wacana yang bentuknya tertutup; bahasanya cenderung menggunakan bahasa bidang ilmu serumpun yang hanya dipahami oleh orang tertentu saja. Wacana bentuknya terbuka yaitu bahasa yang digunakan bersifat umum dan mudah dipahami. 3. Aspek konteks; yaitu penyampaian isi atau informasi si penulis kepada pembacanya sesuai dengan tema yang ditulis. Si pembaca akan mudah memahami isinya apabila yang dibacanya sesuai dengan latar belakang ilmu dan pengalaman yang dimilikinya. 4. Aspek keutuhan bacaan; aspek keutuhan bacaan yang perlu dikaji secara cermat dari sebuah bacaan meliputi: siapa penulisnya, rujukan yang digunakan, relevansi rujukan yang diacu, ketepatan cara merujuk, akurasi/ketelitian data, kedalaman analisis dan pembahasan, kejelasan dan kemudahan uraian, kelengkapan informasi, dan Kesesuaian isi artikel dengan gagasan yang akan ditulis. 5. Aspek pembaca; aspek pembaca terutama terkait dengan niat pembaca dan kesesuaian isi bacaan dengan kebutuhan pembaca. F. Pemilihan Bahan dalam Kajian Kritis Menurut Sumardyono dan Ashari S (2010:26), sumber-sumber bacaan yang dapat dirujuk sebagai dasar untuk perbaikan pembelajaran, menulis proposal dan laporan penelitian, atau menulis makalah atau artikel ilmiah antara lain sebagai berikut. 1. Makalah ilmiah yang disampaikan dalam forum resmi seperti seminar, lokakarya, atau diskusi panel. 2. Artikel populer atau artikel ilmiah dalam surat kabar harian maupun majalah. 3. Artikel dalam jurnal ilmiah, khususnya terkait jurnal dunia pendidkan matematika. 4. Artikel dalam jurnal ilmiah online di internet. 5. Artikel ilmiah dari situs-situs resmi organisasi. 6. Artikel ilmiah yang disajikan secara perorangan dalam weblog atau situs pertemuan. 7. Buku-buku terpublikasi (khususnya yang ber-ISSN) terutama mengenai atau yang terkait dengan pendidikan bahasa, IPA,IPS. Beberapa pertimbangan yang dapat dijadikan bahan kajian/rujukan adalah: 1. memiliki tingkat keilmiahan tinggi meliputi artikel dalam jurnal ilmiah, laporan penelitian, dan buku bacaan; 2. artikel yang terbaru (up to date), minimal 5 tahun terakhir. Untuk buku bacaan yang sesuai masih dimungkinkan yang terbit 10 tahun terakhir; dan 3. kesesuaian bahan bacaan yang akan dikaji dan dirujuk dengan kepentingan gagasan yang akan diteliti atau ditulis oleh penelaah.

0 comments:

Post a Comment